DEPOK Jawa Barat – MPNews.com – Selasa, 4 Agustus 2026- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak segenap generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menyeimbangkan pembentukan karakter dan kompetensi sebagai bekal utama menghadapi perubahan za
man serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Pesan strategis tersebut disampaikan Bima Arya saat memberikan Kuliah Umum Kebangsaan dalam rangka Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia Tahun 2026, yang berlangsung di Balairung Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).
Keseimbangan Kunci Keberhasilan
Dalam arahannya, Bima menegaskan bahwa keseimbangan antara karakter yang kuat dan kompetensi yang mumpuni menjadi faktor penentu utama keberhasilan seseorang di masa mendatang.
“Pada saatnya nanti, siapa yang akan menjadi pemenang, itu ditentukan oleh siapa yang mampu menyeimbangkan antara karakter dan kompetensi,” tegas Bima.
Ia menekankan bahwa mahasiswa yang kini memasuki dunia perguruan tinggi adalah generasi penerus yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan nasional. Oleh karena itu, masa perkuliahan harus dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk menumpuk kemampuan akademik semata, tetapi juga membangun integritas, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara.
Momentum Bonus Demografi
Bima Arya menilai Indonesia saat ini berada di momentum paling penting melalui bonus demografi yang menjadi peluang emas untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Namun, peluang besar tersebut hanya akan terwujud jika didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, adaptif, serta memiliki daya saing tingkat global.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa peka membaca arah perubahan zaman dengan terus memperluas wawasan, berpikir visioner, serta menanamkan semangat belajar sepanjang hayat.
Perkembangan teknologi yang berjalan sangat cepat menuntut penguasaan keterampilan digital sebagai keharusan. Namun di sisi lain, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan tetap menjadi modal utama yang tidak akan tergantikan oleh kemajuan teknologi.
Mengutip berbagai hasil riset termasuk laporan World Economic Forum, Bima menegaskan bahwa penguasaan keterampilan digital, berpikir kritis, dan kemampuan antarpribadi adalah kompetensi wajib yang harus dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kepemimpinan masa depan.
Organisasi Wadah Melatih Kepemimpinan
Lebih lanjut, Wamendagri juga mendorong mahasiswa agar aktif terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, organisasi merupakan ruang belajar paling efektif untuk melatih kepemimpinan, mengelola perbedaan pandangan, membangun kolaborasi, serta menumbuhkan rasa saling percaya antarsesama.
“Organisasi akan mengasah Anda untuk terbiasa menghadapi perbedaan. Ketika Anda mampu mengelola perbedaan, maka Anda telah melangkah jauh lebih maju menuju keberhasilan,” ujarnya.
Melalui kesempatan tersebut, Bima Arya berharap mahasiswa Universitas Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kokoh, integritas tinggi, serta siap tampil menjadi pemimpin bangsa yang membawa Indonesia menuju kemajuan sejati pada tahun 2045.
📰 Sumber: Caption Gambar dan Rilis Pers Puspen Kemendagri
✍️ Kontributor: Tim Liputan MPNews
🖋️ Editor: Wanhendy
🌐 www.mediamitrapolisinews.com
📧 mitrapolisinews@gmail.com

