JAKARTA – MPNews.com | Sabtu, 1 Agustus 2026 – Memasuki musim kemarau yang semakin terasa pengaruhnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat di tanah air untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap dampak fenomena alam El Niño. Perubahan iklim global ini berpotensi memperpanjang masa kemarau, meningkatkan risiko kekeringan, serta memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah nusantara.
Melalui materi edukasi resmi yang disampaikan Divisi Hubungan Masyarakat Polri, dijelaskan secara mendalam bahwa El Niño adalah fenomena iklim alamiah yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air laut di wilayah Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Perubahan suhu ini kemudian mengubah pola pergerakan angin dan distribusi curah hujan di seluruh dunia, termasuk membuat musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun biasa.
Berdasarkan data dan catatan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño merupakan siklus alam yang berulang secara berkala, umumnya terjadi setiap rentang waktu 2 hingga 7 tahun sekali. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berhenti pada kekeringan dan kebakaran semata, tetapi juga merambah ke berbagai sektor kehidupan masyarakat: menurunkan hasil panen pertanian, mengganggu aktivitas perikanan, hingga memicu perubahan pola cuaca yang tidak menentu di berbagai wilayah.
Menyikapi risiko yang semakin nyata ini, Polri menegaskan larangan tegas kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, pembukaan lahan dengan cara dibakar, maupun membakar sampah sembarangan yang dapat memicu api merambat luas. Selain itu, masyarakat diimbau untuk:
– Menggunakan air bersih secara hemat dan bijak
– Menghindari aktivitas yang berpotensi memicu percikan api di area rawan kering
– Segera melaporkan setiap penemuan titik api, asap mencurigakan, atau tanda-tanda kebakaran kepada petugas terdekat
Polri juga memastikan pelayanan publik tetap siaga penuh tanpa henti selama 24 jam melalui layanan Call Center Polri 110. Masyarakat dapat menghubungi nomor ini secara gratis tanpa memerlukan pulsa untuk melaporkan kejadian kebakaran, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, maupun berbagai kondisi darurat lainnya. Laporan yang masuk akan langsung diteruskan ke satuan terdekat untuk penanganan secepat mungkin.
Kepada seluruh elemen bangsa, Humas Polri mengajak untuk tidak hanya waspada, namun juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Masyarakat diharapkan selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG maupun instansi berwenang, serta menerapkan langkah pencegahan sedini mungkin di lingkungan masing-masing.
“Alam terus berdinamika. Fenomena El Niño bukan sekadar isu kemarau lokal, melainkan siklus iklim global yang berdampak luas pada cuaca dunia, termasuk di Indonesia. Bersama data dari BMKG, mari jadikan pemahaman ini sebagai langkah awal untuk lebih mawas diri. Tetap waspada, bijak menggunakan air, dan saling menjaga di setiap perubahan musim. Polri senantiasa hadir mendampingi masyarakat dalam menghadapi setiap tantangan alam,” ungkap pernyataan resmi Humas Polri.
Melalui kerjasama yang erat antara aparat dan seluruh masyarakat, diharapkan potensi kerusakan akibat El Niño dan kebakaran hutan lahan dapat ditekan seminimal mungkin. Tujuannya adalah menjaga keselamatan jiwa warga, melestarikan kekayaan alam Indonesia, serta menjamin keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
📰 Sumber Rilis: Humas Polri
📸 Keterangan Foto: Infografis Humas Polri mengenai edukasi fenomena El Niño, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta layanan Call Center 110
📅 Tanggal Publikasi: Sabtu, 1 Agustus 2026
✍️ Kontributor: Wanhendy
🔗 Penerbit: www.mediamitrapolisinews.com

