KAB. BANDUNG | MPNews – Duka mendalam menyelimuti warga Pangalengan setelah seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga terseret arus sungai akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Namun di balik peristiwa memilukan tersebut, terlihat kekuatan rasa kemanusiaan dan kebersamaan yang kuat antara warga masyarakat, aparatur negara, serta tim penyelamat yang bahu membahu tanpa lelah menjalankan tugas pencarian.
Korban yang ditemukan adalah Pepen Suherman (57), warga Kampung Cihideung RW 14, Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan. Ia dilaporkan hilang sejak Senin (27/4/2026) setelah terakhir terlihat berada di sekitar aliran Sungai Cihideung.
Sejak kabar kehilangan diterima, berbagai unsur termasuk Basarnas, BPBD, TNI/Polri, relawan sukarela, dan masyarakat setempat langsung bergerak cepat. Mereka bersama-sama menyisir panjang aliran sungai, menghadapi derasnya arus, lumpur yang menyulitkan, serta medan berat lainnya – semua untuk satu tujuan mulia: menemukan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang tengah menanti dengan penuh cemas.
Di lokasi pencarian, suasana haru terasa begitu mendalam. Banyak warga ikut terlibat secara langsung, sebagian membantu proses pencarian, sementara yang lain memberikan dukungan moral dan doa tulus. Kebersamaan yang terjalin tersebut menjadi bukti bahwa ketika musibah datang menjengkelkan, rasa kepedulian antarwarga tetap bersinar terang.
Melalui pesan singkat yang disampaikan kepada awak media, AKP Yaya Sunarya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Basarnas, TNI/Polri, para relawan, serta masyarakat luas yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa. Ini adalah bentuk kerja kemanusiaan yang sungguh patut dihargai,” ujarnya.
Setelah melalui proses pencarian yang intensif, korban akhirnya ditemukan dan segera dievakuasi oleh tim gabungan. Jenazah kemudian diserahkan secara penuh rasa hormat kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan sesuai dengan adat istiadat serta prosedur yang layak.
Peristiwa ini memang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Namun pada saat yang sama, peristiwa tersebut juga memperlihatkan wajah kemanusiaan yang nyata dan penuh kehangatan di tengah masyarakat. Ketika satu warga harus menghadapi musibah, banyak tangan yang siap membantu dan banyak hati yang ikut merasakan kesedihan.
Petugas yang terlibat juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama setelah terjadi hujan deras. Arus sungai dapat dengan cepat menjadi deras dan berbahaya sewaktu-waktu tanpa diduga.
Semoga almarhum Pepen Suherman mendapat tempat terbaik di sisi Sang Pencipta, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan untuk melewati masa sulit ini.*Wanhendy Jurnalis MPNews

