KOTA CIMAHI Ι MPNews. Com-– Pemerintah Kota Cimahi memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan mendorong penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar membentuk karakter dan ketahanan peserta didik agar mampu menolak narkoba.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat menghadiri kegiatan evaluasi pelaksanaan fasilitasi advokasi bidang pencegahan kepada satuan pendidikan sekaligus pengukuhan kepengurusan Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba BNN Kota Cimahi di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Selasa (3/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Ngatiyana menegaskan bahwa ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan persoalan serius yang dapat merusak masa depan generasi muda sekaligus mengancam ketahanan sosial masyarakat.
Menurutnya, upaya pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan pendidikan melalui langkah nyata, konsisten, dan berkelanjutan. Sekolah tidak boleh hanya menjalankan program sebatas formalitas atau menggugurkan kewajiban administrasi.
“Saya tegaskan, jangan sampai program pencegahan narkoba hanya berhenti pada pemenuhan administrasi. Yang paling penting adalah dampak nyatanya, yaitu meningkatnya pemahaman, terbentuknya sikap, dan menguatnya keberanian peserta didik untuk menolak narkoba,” ujar Ngatiyana.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan, kepala sekolah, serta para guru memastikan implementasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) berjalan secara konsisten. Bahkan, edukasi tentang bahaya narkotika harus menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar materi tambahan dalam kegiatan pembelajaran.
Ngatiyana menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun karakter, menanamkan nilai-nilai positif, serta membekali peserta didik dengan kemampuan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
Saka Anti Narkoba Jadi Motor Penggerak di Kalangan Generasi Muda
Selain mengevaluasi pelaksanaan kurikulum anti narkoba, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengukuhan kepengurusan Saka Anti Narkoba BNN Kota Cimahi.
Pembentukan wadah kepemudaan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperluas gerakan edukasi dan pencegahan narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan lingkungan masyarakat.Melalui Saka Anti Narkoba, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman mengenai bahaya narkotika, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam membangun lingkungan pergaulan yang sehat, positif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang diinisiasi BNN Kota Cimahi tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, guru, serta pembina kegiatan kesiswaan.
Melalui kolaborasi lintas sektor dengan semangat War on Drugs for Humanity, Pemerintah Kota Cimahi bersama BNN terus memperkuat pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan generasi muda sekaligus mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan terlindungi dari ancaman narkotika, pungkasnya. (arm) *

