INDRAMAYU, MPNews – Proyek rekonstruksi jalan strategis ruas Karangsinom – Gabuskulon di Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, kini jadi sorotan.
Pembangunan jalan cor beton yang menelan anggaran *Rp 4.774.967.000* dari APBD 2026 ini diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, hingga baru hitungan hari dicor sudah muncul retak parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan warga, proyek yang dikerjakan CV. Sarana Nusaraya itu mengalami keretakan memanjang di beberapa segmen pelat beton. Padahal usia cor-nya masih sangat baru.
Warga menduga kuat ada pengurangan mutu material. Seharusnya lapisan pondasi atas dan bawah menggunakan agregat batu pecah kelas A dan B. Namun di lapangan justru ditemukan material barangkal, obrog, hingga tanah atras berlumpur yang digelar tanpa pemadatan maksimal.
“Ini jelas asal-asalan. Fondasinya labil, makanya betonnya langsung patah kena beban kendaraan. Biar ketutup, celahnya malah ditambal pakai aspal cair seadanya,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi.
*Minta Evaluasi dan Sanksi Tegas*
Menyikapi hal ini, pengamat kebijakan publik mendesak Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dan konsultan pengawas segera turun ke lapangan. Mengingat proyek masih berjalan, kontraktor diminta tidak ragu melakukan pembongkaran dan pengecoran ulang pada titik yang rusak.
Warga juga menegaskan akan terus mengawal proyek ini. Jika tidak ada perbaikan nyata sesuai kontrak, kasus dugaan gagal konstruksi ini akan diadukan ke Inspektorat Kabupaten Indramayu hingga BPK RI.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Indramayu maupun pihak kontraktor terkait temuan di lapangan.*Tim Redaksi*

