GARUT | MPNews.com — Jum’at, 21 Agustus 2026 — Polemik infrastruktur jalan di wilayah Garut Selatan akhirnya menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Garut bersama Gerakan Masyarakat Banjarwangi Singajaya Peundeuy (Gema BSP) menyepakati jalan damai melalui dialog konstruktif, dengan komitmen perbaikan ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy yang akan dikawal hingga tuntas pada tahun 2027.
Kesepakatan ini lahir dari audiensi antara Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama perwakilan Gema BSP di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Kamis (20/8/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari gelombang aspirasi masyarakat yang menyuarakan keluhan keras atas kondisi jalan yang selama ini dinilai sangat memprihatinkan dan menghambat roda perekonomian warga.
📌 KOMITMEN ANGGARAN & TAHAPAN PENANGANAN
Dalam kesepakatan yang disepakati bersama, Pemkab Garut menegaskan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar pada Tahun Anggaran 2026 untuk penanganan awal ruas jalan tersebut. Tidak berhenti di situ, pemerintah daerah juga berkomitmen menuntaskan seluruh penanganan jalur hingga wilayah Peundeuy pada tahun 2027, disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan dan kemampuan keuangan daerah.
🤝 DIALOG JADI JEMBATAN SOLUSI, BUKAN KONFLIK
Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan secara damai dan berkelanjutan dapat didengar dan ditindaklanjuti. Gema BSP menyambut baik langkah tersebut, namun menegaskan komitmen ini harus lebih dari sekadar janji di ruang rapat — harus berwujud pekerjaan fisik yang nyata, berkualitas, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Perbaikan jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy bukan sekadar urusan aspal. Jalur ini adalah urat nadi konektivitas Garut Selatan, sangat vital bagi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi wilayah yang selama ini terhambat infrastruktur yang belum memadai.
🛡️ BERSAMA-SAMA MENGAWAL HINGGA TUNTAS
Dengan adanya kesepakatan damai ini, polemik yang sempat memanas diharapkan dapat mereda. Pemerintah daerah dan masyarakat sepakat untuk bersama-sama mengawal realisasi anggaran hingga pelaksanaan fisik pekerjaan selesai sesuai target waktu dan kualitas yang diharapkan.
Momentum ini menjadi pelajaran berharga: suara rakyat yang disampaikan dengan tulus dan konstruktif dapat menjadi dorongan bagi pemerintah untuk bekerja lebih cepat dan tepat sasaran. Kini, mata masyarakat Garut Selatan tertuju pada realisasi di lapangan — karena yang dibutuhkan bukan lagi kata-kata, melainkan jalan yang mulus dan bermanfaat untuk semua.
Sumber: Rifky Garut
Editor: Wanhendy
Redaksi: www.mediamitrapolisinews.com
Tagline: Aspiratif, Edukatif, Konstruktif
