JAKARTA | MPNews – Sejumlah massa dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menggeruduk kantor Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, di jalan Abdul Muis, Senin (11/11).
Selain menutup satu ruas jalan Abdul Muis, massa aksi juga membakar 2 ban bekas motor dan replika keranda mayat di depan pintu gerbang Gedung BPAD.
Mereka berorasi menggunakan mokom, meminta langsung bertemu dengan Ibu Luciana Herawati (Plt. Kepala BPAD DKI Jakarta).
Akhirnya pihak BPAD menerima sekitar 10 perwakilan untuk berdialog, dari SPSI diwakili ketua SPSI Jakarta Timur, PP. Endang, Defi dan Aldi (kurator), Sobirin, Arnold Slamet (kuasa hukum kurator) yang diterima Ibu Luciana (Plt BPAD Jakarta), Ifan (Kepala Unit Pengelola Jakarta Asset Management center / UP JAMC) di Lt 4 ruang Rapat Gd. BPAD Jakarta.

Luciana menyampaikan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Asdatun kejaksaan tinggi dan mudah2 ada jawaban Kejaksaan tinggi.
“Ada Peraturan Gubernur Nomor 239 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemberian Rekomendasi Atas Permohonan Sesuatu Hak diatas Bidang Tanah Hak Pengelolaan Tanah Eks Desa dan Tanah Eks Kota Praja Milik/dikuasai Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta,” jelas Luciana.
Masih menurut Lusiana, pihaknya hanya menunggu putusan hukum dari Kejaksaan tinggi, “Kami Juga sudah sampaikan ke anggota dewan komisi C permasalahan ini. Proses ini akan lama dan banyak permasalahan yang kami tangani,” tambahnya.
Sementara Endang dan Arnold Slamet menyampaikan, sudah 7 tahun masalah ini belum selesai, kami mohon agar dipercepat agar kami dapat pesangon dan tidak lama-lama. Apakah pihak ibu sudah mengirimkan surat ke asdatun. Mohon kepastian siang ini. “Kalau misalkan ada putusan dari asdatun apakan pihak BPAD mengeluarkan rekomendasi,” tandasnya.
Audensi selesai, perwakilan massa aksi kembali bergabung dengan massa aksi lain nya yang berada diluar.
Pihak Kepolisian memadamkan api menggunakan air dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib, situasi kondusif dan terkendali.*(PPS)
