KAB. BANDUNG | MPNews – Revitalisasi Pasar Ciparay sampai saat ini masih berlangsung pembangunannya. Namun pembangunan pasar tersebut diinginkan sesuai harapan semua pihak, terutama masyarakat pedagang.
Penempatan zona-zona diharapkan harus tepat sehingga tidak menimbulkan kesan tidak tepat apa lagi nantinya menimbulkan kesemrawutan. Kaitan zona basah, setengah basah dan kering juga harus menjadi perhatian penempatan.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung Faisal Radi Sukmana, menyayangkan atas ketidak hadiran pimpinan PT Pradasa sebagai pelaksana revitalisasi Pasar Ciparay yang tidak hadir saat diundang untuk kedua kalinya
Hal tersebut ungkapnya di ruang Komisi B DPRD Kab. Bandung saat menerima audensi Forum Pedagang Pasar Ciparay, Selasa (20/1/26)
Pada undangan ke 3 bisa saja dilakukan dengan didampingi aparat penegak hukum. Meski. Kehadiran PT Prakasa hanya di wakili Bagian Marketing. Alasan ketidak hadirnya Pimpinan PT Prakasa karena masih berada di luar kota dan tengah sakit.
Faisal Radi mengatakan selama eksistensi pedagang lama jelas tempatnya dan tidak tergantikan. Komisi B DPRD Kab Bandung tidak anti terhadap revitalisasi yang dilakukan.
Sementara Ketua FPPC, Agus, menyampaikan dukungannya revitaslisasi pasar Ciparay. Atas nama warga pedagang Pasar Ciparay, Dirinya meminta agar pembangunan itu bisa dirubah terutama dalam hal penempatannya.
Padan penempatan proyek pembangunannya, seperti Lantai 1 untuk semua pedagang dan lantai 2 khusus untuk parkir. Sehingga menurutnya bisa mempersepsikan kalau perkembangan perekonomian pedagang bisa meningkat.
Dirinya berharap DPRD Kabupaten Bandung, khususnya Komisi B bisa merealisasikan keinginannya tersebut. **(DA)

