KAB. BANDUNG | MPNews – Hati siapa yang tidak tergerak melihat nasib pilu yang menimpa warga kita. Sebuah video yang viral di media sosial kembali memecah kesunyian, mengungkap kisah pilu sedikitnya 18 warga Jawa Barat yang kini terlantar di tanah Papua, April 2026 lalu.
Mereka berangkat dengan membawa harapan besar dan doa dari keluarga, berbekal janji pekerjaan layak sebagai tenaga proyek bangunan dengan penghasilan yang menjanjikan. Namun, harapan itu seketika runtuh saat kaki menginjak tanah seberang.
Dari total korban, enam orang di antaranya berasal dari Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
“Kami diiming-imingi kerja proyek, tapi setibanya di sana justru dialihkan bekerja di perkebunan kelapa sawit tanpa kontrak jelas, tanpa kepastian upah,” ungkap salah satu korban dalam video yang beredar di grup WhatsApp.
Kondisi yang mereka alami sungguh memprihatinkan. Kekurangan logistik, tak ada tempat tinggal yang layak, hingga terpaksa berteduh dan beristirahat di bangunan sekolah demi bertahan hidup.
Dengan suara bergetar penuh harap, salah satu korban asal Pangalengan menyampaikan permohonan bantuan:
“Assalamualaikum, saya warga Jawa Barat dari Pangalengan. Saat ini saya di Papua dalam keadaan terlantar. Kami tidur di gedung sekolah. Tolong kami Pak…”
Identitas Korban Asal Pangalengan
Hingga berita ini diturunkan, tercatat nama-nama warga yang menjadi korban berasal dari wilayah bapak pimpin, antara lain:
-Asep Hermawan
-Lucki Rustandi
-Iyep Rohman
-Ahmad Sarip
-Andi Sopandi
-Taupik R. Adinata
Jeritan Hati: Negara, Tolong Hadir!
Kisah ini memantik keprihatinan mendalam dari masyarakat serta keluarga korban. Kami berharap agar pihak terkait dapat segera bergerak cepat dan mengambil langkah nyata untuk membantu putra-putri daerah ini.
Masyarakat menuntut langkah nyata:
-Evakuasi dan pemulangan korban secepat mungkin ke pangkuan keluarga.
-Tindakan tegas terhadap oknum calo/perekrut yang diduga menipu.
-Koordinasi intensif dengan pihak keamanan dan pemerintah di Papua.
Kasus ini menjadi tamparan keras terkait lemahnya pengawasan terhadap penyaluran tenaga kerja. Jangan biarkan warga desa yang penuh semangat mencari nafkah justru menjadi korban kezaliman.
Publik kini menunggu bukti nyata. Jangan sampai jeritan mereka hanya menjadi viral sesaat, lalu hilang ditelan waktu. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Negara tidak boleh kalah oleh praktik penipuan berkedok lowongan kerja.***
Sumber Video: Istimewa
Ditulis oleh: Wanhendy Jurnalis Mpnews
Sumber: Narasi informasi gambar & video hasil tangkapan layar platform Medsos
www.mitrapolisinews.com

