KAB. BANDUNG | MPNews – Sebuah rekaman video dan dokumentasi foto yang viral di media sosial hari ini menjadi sorotan tajam publik, Rabu (8/4). Visual yang beredar memperlihatkan aksi sejumlah siswa SMP Negeri 1 Dayeuhkolot yang mengembalikan paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tindakan tersebut dilakukan lantaran makanan diduga sudah tidak layak konsumsi, berbau tidak sedap, dan dicurigai sudah basi. Insiden ini tentu saja memicu kemarahan dan keprihatinan mendalam, mengingat program ini digulirkan dengan anggaran besar demi masa depan anak bangsa.
Merespons situasi yang memanas dan demi menjaga kepercayaan publik serta melindungi kesehatan siswa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam) Dayeuhkolot tidak tinggal diam. Pihak terkait segera turun tangan langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, verifikasi kondisi makanan, serta mendengarkan aspirasi yang disampaikan.
PIHAK TERKAIT DIINTEROGASI: TUGAS FUNGSI KEPALA SPPG MENJADI SOROTAN
Kejadian memalukan ini memaksa publik bertanya: Di mana posisi dan fungsi pengawasan Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)? Mengapa makanan yang diduga rusak dan basi bisa lolos kontrol hingga sampai ke tangan pelajar?
Secara aturan dan struktur organisasi di bawah naungan Badan Gizi Nasional, Kepala SPPG memiliki peran yang sangat vital dan strategis. Mereka ditunjuk sebagai pemimpin lapangan dengan tugas dan fungsi utama yang sangat jelas, namun kini dipertanyakan efektivitasnya:
1. Pengawasan Produksi
Wajib memantau secara langsung dan ketat seluruh proses pengolahan makanan. Mulai dari persiapan bahan baku awal, proses pembersihan, hingga tahap pemasakan. Mereka bertanggung jawab mutlak memastikan makanan matang sempurna, higienis, dan aman dikonsumsi.
2. Manajemen Operasional
Mengelola seluruh roda kerja dapur, termasuk pembagian jadwal tugas tim, memastikan kebersihan peralatan dan lingkungan kerja (sanitasi), serta mengontrol stok bahan agar selalu segar dan tidak kadaluarsa.
3. Quality Control (QC) yang Ketat
Menjadi garda terdepan dalam pengecekan kualitas akhir. Memastikan rasa, tekstur, tampilan, serta kandungan nutrisi makanan sesuai dengan standar pedoman yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Tidak ada makanan yang boleh keluar dapur sebelum lolos tahap ini.
4. Pengawasan Distribusi
Mengawasi proses pengemasan hingga pengiriman. Memastikan makanan dikemas dengan benar dan didistribusikan tepat waktu agar kondisi saat sampai di sekolah tetap prima, tidak basi atau terkontaminasi.
5. Koordinasi & Kepemimpinan Tim
Memimpin seluruh staf dapur dan relawan agar bekerja secara profesional, kompak, dan efisien sesuai SOP yang berlaku.
6. Pemberdayaan & Manajemen Bahan Baku
Mengupayakan penggunaan bahan pangan segar dari sumber lokal yang terjamin kualitasnya, serta memastikan tidak ada bahan yang rusak atau tidak layak digunakan dalam proses produksi.
REALITAS VS TANGGUNG JAWAB
Secara definisi, Kepala SPPG adalah “Jantung” dari operasional dapur MBG. Tugas utamanya adalah menjadi penjamin bahwa setiap piring makanan yang disajikan adalah AMAN, BERGIZI, dan LAYAK SANTAP.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya celah fatal. Dengan wewenang dan tanggung jawab sebesar itu, sangat tidak masuk akal jika makanan berstatus “basi” atau “rusak” bisa sampai ke penerima manfaat.
Masyarakat kini menuntut penjelasan logis: Apakah fungsi pengawasan ini berjalan maksimal? Atau justru hanya menjadi formalitas administrasi belaka? Kejadian ini harus menjadi evaluasi total bagi seluruh pihak agar kepercayaan publik dapat dikembalikan dan kesehatan siswa benar-benar menjadi prioritas utama.
Sumber : Gambar & Video Viral! Hasil Tangkapan Layar
Penulis: Wanhendy
Editor: Tim Redaksi


