KAB. BANDUNG | MPNews – Suasana malam yang biasanya tenang di Kampung Legok Kondang, Desa Pangalengan, Kecamatan Pangalengan, Rabu (25/03/2026), mendadak terganggu oleh suara teriakan dan nyala api yang menjulang tinggi. Kobaran api yang melanda salah satu rumah di permukiman membuat warga berhamburan keluar dari kediaman mereka – sebagian dengan tergesa-gesa menyelamatkan barang berharga seadanya, sementara yang lain berusaha memadamkan api dengan ember air dan alat sederhana yang ada di tangan.
Raihan, salah satu warga yang pertama kali melihatnya, tanpa ragu segera menghubungi pihak berwenang pada pukul 19:32 WIB. Panggilan darurat dengan nomor laporan D260325321396123 diterima langsung oleh call taker Dadang Hermawan, yang segera mengirimkan sinyal bantuan ke seluruh instansi terkait.
PETUGAS BERGEGAK CEPAT, BERLARI KE LOKASI SAAT WARGA MASIH PANIK
Tak butuh waktu lama, kabar kebakaran membuat seluruh petugas yang bertugas siap bergerak. Beberapa di antaranya bahkan berlari menuju lokasi dari pos terdekat, melihat warga yang masih diliputi kepanikan dan berusaha memberikan bantuan sesegera mungkin.
Sejumlah instansi bergabung dalam penanganan darurat ini – mulai dari Satpol PP, PUPR, RSUD, Kepolisian, Dinas Kesehatan, Dishub, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, PMI, PLN, Dinsos hingga Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Semua bekerja sama tanpa batasan tugas, karena keselamatan warga adalah prioritas utama.
Lokasi kebakaran berada di titik RHCG+8JF, dekat dengan SDN Pangalengan 7. Saat petugas tiba di lapangan, suasana masih cukup mencekam – beberapa warga masih menangis khawatirkan keluarga atau barang mereka, sementara yang lain masih mencoba memadamkan titik api yang masih menyala. Aparat kepolisian langsung masuk ke tengah kerumunan dengan sikap tenang namun sigap, membantu mengatur aliran orang agar tidak terjadi kepadatan yang membahayakan.
PETUGAS DAN WARGA BAHU-MEMBAHU, EVAKUASI DILAKUKAN DENGAN PERHATIAN
Dalam suasana yang penuh ketegangan, petugas gabungan bekerja sama erat dengan warga setempat. Mereka berbagi tugas – sebagian fokus memadamkan api dan mencegahnya merembet ke rumah-rumah tetangga, sementara yang lain membantu mengeluarkan penghuni rumah yang berada paling dekat dengan titik api.
“Kita langsung bantu bawa keluar kakak tua dan anak-anak yang ada di dalam rumah. Saat itu asap sudah mulai banyak masuk ke dalam, jadi kita tidak bisa lama-lama,” ujar salah satu relawan yang ikut membantu evakuasi.
Tim medis dan relawan PMI juga sudah siap di lokasi, menyediakan tenda sementara dan alat kesehatan untuk mengantisipasi adanya korban luka atau gangguan pernapasan akibat asap. Petugas juga dengan lembut menghimbau warga yang berkumpul agar menjaga jarak dari area bahaya, sekaligus memberikan informasi terkini agar tidak terjadi kekhawatiran yang tidak perlu.
BINMAS BRIPKA JERI: “KESELAMATAN WARGA ADALAH PRIORITAS KAMI”
BINMAS Bripka Jeri Wijaksono, yang menjadi perwakilan resmi pihak kepolisian di lokasi, mengaku bahwa timnya langsung bergerak begitu informasi kebakaran masuk. Bahkan, beberapa petugas yang sedang istirahat pun langsung bergabung tanpa diminta.
“Begitu informasi masuk, kami langsung menuju lokasi bersama unsur terkait. Tidak ada waktu untuk berpikir panjang – kami hanya berpikir bagaimana menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa dan harta benda warga,” katanya dengan suara yang masih sedikit terengah-engah karena kesibukannya membantu di lapangan.
Ia menambahkan, “Prioritas kami adalah keselamatan warga, memastikan tidak ada yang terjebak di dalam rumah, serta membantu proses evakuasi dengan sebaik mungkin. Kami juga berusaha menjaga suasana agar tetap kondusif, karena kami tahu bahwa saat panik, orang bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.”
API MULAI TERKENDALI, PROSES PENDATAAN BERLANJUT
Hingga berita ini diterbitkan, kobaran api sudah mulai dapat dikendalikan berkat kerja keras bersama antara petugas dan warga. Petugas masih melakukan pendinginan di beberapa titik untuk memastikan tidak ada titik panas yang bisa menyebabkan kebakaran kembali.
Kerugian materi akibat kebakaran serta data korban masih dalam tahap pendataan dan identifikasi oleh pihak berwenang. Tim dari Dinsos juga sudah mulai melakukan pendataan terhadap keluarga yang terkena dampak untuk memberikan bantuan yang diperlukan.
Di sekitar lokasi, sejumlah warga tampak saling memberikan dukungan – sebagian menyediakan minuman hangat untuk petugas dan korban, sementara yang lain membantu mengumpulkan barang-barang yang bisa diselamatkan. Suasana yang semula penuh kepanikan perlahan berubah menjadi suasana gotong royong yang mengharukan.
“Kita semua keluarga di sini. Kalau ada yang kesusahan, kita harus saling membantu,” ujar Bu Siti, salah satu warga yang menyediakan tempat teduh untuk korban evakuasi.
Status laporan kebakaran hingga saat ini masih dalam tahap penanganan awal, dan pihak berwenang akan terus memberikan informasi terbaru seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Sumber Resmi : (BINMAS) Bripka jeri wijaksono
(Tim Redaksi)
www.mitrapolisinews.com


