KAB. BANDUNG | MPNews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Arjasari saat ini masih beroperasi di bawah kapasitas penuh. Akibat keterbatasan anggaran, dapur MBG hanya dapat beroperasi empat hari dalam seminggu, dan sebagian warga yang datang tidak dapat terlayani.
Kondisi ini disampaikan oleh H. Atep Suherman, lebih dikenal dengan Atep Regge, Kepala Yayasan Pangan Sari, yang memberikan penjelasan kepada media melalui pesan WhatsApp setelah redaksi meminta konfirmasi.
“Sejujurnya, hati saya sakit melihat anak-anak dan keluarga tiba di dapur MBG hanya untuk mengetahui bahwa mereka tidak dapat dilayani karena sudah tutup. Saat ini, kami hanya mampu beroperasi empat hari karena anggaran kami terbatas,” kata Atep Regge.
Dia menjelaskan bahwa pengurangan jam operasional bukan karena kurangnya kesiapan dapur atau relawan, melainkan karena keterbatasan dana operasional, yang belum memungkinkan dapur beroperasi secara penuh seperti yang telah ditentukan.
Atep Regge juga menyebutkan bahwa banyak dapur MBG lainnya di seluruh wilayah menghadapi tantangan serupa. Berdasarkan berita daring hingga akhir tahun 2025, beberapa program MBG menghadapi keterlambatan pendanaan, modal operasional terbatas, dan kesulitan teknis lainnya.
Di SPPG Bandung Arjasari, keterlambatan pendanaan adalah alasan utama mengapa para pengelola harus menyesuaikan jadwal operasional untuk menjaga program tetap berjalan, meskipun dengan kapasitas terbatas.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Yayasan Pangan Sari berkomitmen untuk keberlanjutan program MBG. Saat ini, para pengelola berupaya untuk mengajukan pendanaan selama satu tahun ke depan, dengan harapan dapur dapat kembali beroperasi sesuai jadwal.
“Kami berharap pendanaan dapat disetujui setiap tahun. Hal ini akan memungkinkan dapur MBG Arjasari untuk kembali beroperasi enam hari seminggu. Banyak anak-anak dan orang tua yang bergantung pada makanan bergizi yang disediakan oleh program ini,” kata Atep Regge.
Program Makan Bergizi Gratis memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan di daerah Arjasari. Para pengelola berharap ada sinergi berkelanjutan antara yayasan, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.
Untuk menjaga keberimbangan dan keakuratan informasi, redaksi www.mediamitrapolisinews.com menawarkan hak untuk menjawab dan memberikan klarifikasi kepada semua pihak terkait, termasuk instansi pemerintah, Badan Gizi Nasional (BGN), dan para pembuat kebijakan lainnya, jika ada informasi yang perlu dikoreksi atau ditambahkan. Semua tanggapan resmi akan dipublikasikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan Kode Etik Jurnalistik.*(Wanhendy)

