KOTA CIMAHI | MPNews.com-Pemkot Cimahi menekankan pentingnya akurasi dan pembaruan data pendidik serta tenaga kependidikan atau guru sebagai landasan utama dalam menyusun kebijakan pendidikan yang tepat sasaran.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dalam kesempatanya mengatakan profesi guru bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan amanah strategis yang memiliki dampak mendalam bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, jum’at (30/1/26)
“Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru, menjadi panutan bagi peserta didik. Sedangkan kepala sekolah memiliki tanggung jawab ganda, tidak hanya dalam pembelajaran tetapi juga manajemen sekolah secara menyeluruh,” kata Ngatiyana.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan regulasi yang terus diperbarui, Ngatiyana mengingatkan para pendidik dan pengelola sekolah untuk selalu beradaptasi dan memahami aturan terbaru, terutama yang berkaitan dengan manajemen kepegawaian.
Hal ini menjadi penting mengingat Kota Cimahi saat ini memiliki 91 Sekolah Dasar Negeri dan 16 SMP Negeri, belum termasuk ribuan pendidik di sekolah swasta yang tersebar di seluruh wilayah kota.
“Sektor pendidikan adalah prioritas utama kami, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik sendiri,” jelas Ngatiyana.
Ia juga meminta agar seluruh ketentuan teknis terkait status pendidik, insentif, pembayaran honorarium melalui Dana BOS, hingga pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dipahami dan dilaksanakan dengan benar.
“Jangan sampai para guru yang telah berjasa mencetak generasi unggul justru dirugikan karena kelalaian dalam pendataan dan administrasi,” tegasnya.
Tak cuma itu, pihaknya berharap seluruh pihak dapat memperkuat sinergi untuk memastikan data pendidik dan tenaga kependidikan tersaji secara valid, mutakhir, dan akuntabel.
Data tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menyusun program pendidikan yang berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan zaman,”pungkasnya. (arm)*

