KAB. BANDUNG | MPNews – Di tengah suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, aula Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung menjadi tempat berlangsungnya penyaluran bantuan pangan untuk bulan Oktober-November ini. Tempat yang biasanya digunakan untuk rapat masyarakat dan kegiatan desa lainnya, hari ini dipenuhi oleh warga yang antre dengan tertib, menunggu giliran menerima bantuan yang diharapkan.
H. Suhendar Rohmani: Kepala Desa yang Turun Langsung ke Lapangan di Aula
Dipimpin langsung oleh Kepala Desa H. Suhendar Rohmani, yang tidak hanya bertindak sebagai pemimpin formal tetapi juga sebagai figur yang selalu dekat dengan warganya, kepanitiaan ini bergerak dengan lancar dan penuh perhatian di dalam aula yang luas itu. Saat penyaluran berjalan, Pak Suhendar – seperti yang disapa warga – tidak hanya berdiri di panggung depan aula, melainkan turun ke tengah kerumunan untuk menyapa satu per satu penerima bantuan. Dia bahkan membantu membawa kemasan beras dan minyak ke tangan warga yang lansia atau kurang mampu, sambil berbicara hangat tentang kondisi keluarga mereka.

“Kami memilih aula desa karena ini adalah rumah bersama untuk semua warga Margamulya. Di sini, kita merasa seperti keluarga yang berkumpul, bukan hanya untuk menerima bantuan tapi juga untuk saling bertemu dan berbagi,” ujar Pak Suhendar dengan senyum hangat, sambil menyapa Ibu Maimunah yang sedang menunggu giliran di tengah barisan. Dia juga sempat bertanya tentang kondisi kesehatan dan perekonomian beberapa warga yang dikenal sedang mengalami kesulitan, semuanya berlangsung di ruang aula yang dipenuhi dengan tawa dan sapaan ramah.
Seluruh perangkat desa, mulai dari Sekretaris Desa Asep Jamal hingga staf administrasi, bekerja bersama-sama di bawah pimpinan Pak Suhendar di dalam aula itu. Para Kadus (Kepala Dusun), sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, juga turun tangan membantu mengatur antrean dan memastikan setiap penerima mendapatkan bantuan yang tepat.
Sentuhan Personal Para Kadus di Lingkungan Aula
“Pak Kades selalu mengingatkan kami untuk mengenal setiap warga di dusun masing-masing. Dia bilang, ‘jangan hanya lihat daftar, tapi lihat kondisi nyata mereka’ – dan aula ini menjadi tempat kita bisa melakukannya dengan baik,” ujar salah seorang Kadus dengan mata berbinar, sambil menunjuk ke arah warga yang sedang berinteraksi dengan Pak Suhendar. “Dengan terjun langsung di sini, kami dapat memastikan bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.”
DTSEN: Akurasi dalam Penyaluran yang Dilaksanakan di Aula
Pemerintah menyadari betul pentingnya ketepatan sasaran dalam program bantuan pangan ini. Oleh karena itu, Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi landasan utama dalam menentukan daftar penerima manfaat, yang juga diverifikasi dengan cermat oleh kepanitiaan di aula itu. Setiap KPM (Keluarga Penerima Manfaat) menerima 2 kemasan beras berkualitas setara 20 kg dan 4 kemasan minyak goreng setara 4 liter, jumlah yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi mereka dalam beberapa waktu ke depan.
Ucapan dari Teh Tita, Salah Satu Warga Penerima Manfaat
Di tengah keramaian aula, Teh Tita, salah satu warga Desa Margamulya yang juga menjadi penerima manfaat, menyempatkan diri untuk berbagi perasaannya. Sambil memegang kemasan minyak goreng yang baru diterimanya, ia berkata dengan senyum tulus, “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Terima kasih banyak kepada Pak Kades dan semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyalurkan bantuan ini. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu semua.”
Lebih dari Sekadar Bantuan Materi: Kebersamaan di Aula Margamulya
Bantuan pangan ini memang memberikan dampak signifikan bagi perekonomian keluarga penerima manfaat. Namun, lebih dari itu, yang mereka rasakan di dalam aula Desa Margamulya adalah kebersamaan, perhatian, dan kepedulian dari seluruh elemen desa – mulai dari Pak Suhendar hingga para petugas yang bekerja tanpa lelah. Momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dan individualisme, masih ada ruang untuk saling membantu dan menguatkan, terutama di tempat yang dianggap sebagai rumah bersama.
Inspirasi dari Penyaluran di Aula Desa Margamulya
Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh kepanitiaan penyaluran bantuan pangan ini, serta komitmen Pak Suhendar Rohmani sebagai Kepala Desa yang turun langsung ke lapangan di aula Desa Margamulya, patut menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia. Bahwa membangun desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal membangun hubungan yang erat antarwarga dan pemerintah desa, yang terwujud dalam setiap kegiatan yang berlangsung di tempat-tempat seperti aula desa.* (Wanhendy)
www.mitrapolisinews.com

