KAB. BANDUNG | MPNews – Sungai Danul Falah di Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, bukan sekadar aliran air yang membelah kampung. Bagi warga, sungai ini adalah bagian dari kehidupan—tempat bermain anak-anak, sumber air harian, sekaligus pengingat bahwa alam harus dijaga dengan penuh hormat. Namun dibalik ketenangannya, ada kekhawatiran lama yang belum tuntas, ancaman longsor dan erosi yang terus menggerus tebing sungai.
Karena itulah, pembangunan Infrastruktur Tembok Penahan Tanah (TPT) Sungai Danul Falah menjadi perhatian serius masyarakat. Proyek ini bukan hanya soal batu dan semen, tetapi juga tentang keamanan, harapan, dan masa depan lingkungan tempat mereka tinggal.
Warga Menyuarakan Harapan dan Kekhawatiran
Sejak dimulai, warga Desa Margamekar memantau pembangunan TPT dengan penuh perhatian.
Mereka bersyukur karena wilayah rawan itu diperbaiki, tetapi di sisi lain, kekhawatiran tidak bisa mereka sembunyikan.
“Kami berterima kasih sekali, tapi tetap khawatir kalau bangunannya tidak kuat. Ini kan soal keselamatan kami semua,” kata salah satu warga yang tinggal dekat bantaran sungai.
Sebagian warga juga menyebut bahwa proyek TPT sebelumnya di lokasi yang sama pernah mengalami kerusakan tidak lama setelah dibangun.
Pengalaman itu membuat masyarakat berharap agar pembangunan kali ini benar-benar sesuai standar.
Papan Informasi Proyek Tidak Terpasang, Warga Bingung
Dalam semangat Keterbukaan Informasi Publik (KIP), warga mempertanyakan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pengerjaan. Padahal papan tersebut wajib dipasang agar publik dapat mengetahui, pelaksana proyek, besar anggaran, sumber pendanaan, masa pengerjaan, dan pengawas teknis. Ketiadaan papan ini membuat warga bingung sekaligus curiga.
Tim Investigasi MPNews Sudah Mengirim Surat Konfirmasi
Dalam upaya menghadirkan berita berimbang, tim investigasi MPNews telah mengirimkan surat konfirmasi resmi kepada pihak pelaksana proyek, Bapak Yadi Arga.
Tujuannya untuk meminta kejelasan terkait progres pembangunan, metode teknis, kualitas material, serta pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan.
Namun hingga berita ini dirilis, belum ada jawaban dari pihak pelaksana.
Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi kapan saja pihak pelaksana atau instansi terkait ingin menyampaikan penjelasan.
Suara Warga: Butuh Kepastian, Bukan Janji
Saat tim turun ke lapangan, terlihat bahwa warga tidak hanya menonton.
Ada yang sekadar mengawasi, ada yang memberi saran, bahkan ada yang membantu membersihkan sekitar tebing sungai agar pengerjaan lebih mudah.
“Kami tidak menuntut apa-apa. Asal bangunannya kuat, itu sudah cukup. Yang penting kampung ini aman,” ujar seorang pemuda setempat.
Warga juga berharap pembangunan ini bukan sekadar menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi menjadi benteng nyata untuk melindungi permukiman mereka di masa depan.
Redaksi Mengapresiasi Perhatian dan Kepedulian Warga
Redaksi www.mediamitrapolisinews.com menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga yang turut memberikan informasi dan membantu dalam proses peliputan.
Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa masyarakat Margamekar memiliki semangat gotong royong dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
Tanpa suara warga, laporan ini tidak akan sedalam dan seberimbang sekarang.
Redaksi Terus Mengawal, Hak Jawab Masih Terbuka
Sebagaimana diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999, redaksi memberikan kesempatan penuh kepada pihak pelaksana, instansi teknis, maupun pihak terkait lainnya untuk menyampaikan hak jawab dan klarifikasi.
Redaksi berkomitmen mengawal proyek ini hingga selesai, termasuk memantau kualitas pembangunan TPT, dampaknya kepada lingkungan, dan respon pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Karena pembangunan yang baik bukan hanya melindungi lingkungan—tetapi juga menumbuhkan kepercayaan warga.*(Wanhendy)


