KAB. BANDUNG | MPNews – Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa beserta Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi NasDem Toni Permana menyempatkan bersilaturahmi dengan Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal dengan Kyai Muwafiq atau Gus Muwafiq di Sleman Yogyakarta, Selasa (1/7/20255).
Gus Muwafiq adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang tinggal di Sleman, Yogyakarta dan pernah menjabat sebagai asisten pribadi Abdurrahman Wahid hingga sampai saat Wahid menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Alhamdulillah saya bersama anggota DPRD Kabupaten Bandung Pak Toni Permana menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Gus Muwafiq yang merupakan salah satu tokoh NU yang namanya mulai dikenal sejak pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid,” kata Tarya dalam keterangannya, Rabu (2/7/2025).
Tarya mengatakan saat bertemu dengan Gus Muwafiq sempat terlibat obrolan santai berkaitan dengan perjalanannya masing-masing. Baik bagi Tarya yang saat ini menjabat anggota dewan di DPRD Kabupaten Bandung maupun Gus Muwafiq saat mendampingi pada masa jabatan Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur.
“Ya intinya kita bersilaturahmi saja untuk sama-sama saling mengenal. Banyak cerita yang disampaikan beliau berkenaan dengan keagamaan dan politik yang selama ini terjadi. Termasuk cerita aktivis 98 karena beliau salah satu pelaku dan saksi yang masih hidup,” katanya.
Sebagai dalam catatan singkatnya, Gus Muwafiq atau KH Ahmad Muwafiq, adalah seorang ulama, sejarawan, dan budayawan Islam yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Ia baru-baru ini meluncurkan buku berjudul “Kronik Penculikan Aktivis dan Kekerasan Negara 1998” yang mendokumentasikan kronologi peristiwa penculikan dan penghilangan paksa aktivis pada tahun 1997-1998.
Buku ini disusun berdasarkan kliping koran dan arsip sejarah, dan Gus Muwafiq berharap buku ini dapat menjadi pengingat akan peristiwa tragis tersebut dan menjadi bagian dari perjuangan untuk menuntut keadilan.
Dalam peluncuran buku tersebut, Gus Muwafiq berdiskusi dengan aktivis dan keluarga korban untuk memperingati peristiwa tersebut dan mendorong pemerintah untuk menyelesaikan kasus-kasus kekerasan negara.
Gus Muwafiq juga diketahui memiliki hubungan dengan aktivis ’98, dan beberapa aktivis ’98 bahkan mendukung tokoh lain yang bernama Gus Farhan Evendi. Salah satu contoh adalah Ronny Hermawan, mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gema Budhis dan aktivis Exponen ’98.
Dalam buku “Kronik Penculikan Aktivis dan Kekerasan Negara 1998”, Gus Muwafiq membahas tentang keterlibatan Prabowo Subianto dalam peristiwa penculikan dan penghilangan paksa aktivis pada tahun 1997-1998. Prabowo sendiri telah mengakui bahwa ia terlibat dalam operasi tersebut atas perintah atasannya.**(DA)