KAB. BANDUNG | MPNews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perkembangan nyata di Kabupaten Bandung. Kali ini, Dapur MBG Sukamanah 2 yang dikelola oleh Yayasan Anugerah Pangan Lestari secara resmi mendistribusikan sebanyak 1.128 porsi makanan bergizi ke SMPN 2 Malabar Pangalengan pada hari Kamis (2/4/2026).
Penyaluran dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan sasaran seluruh siswa yang terdiri dari 517 siswa laki-laki dan 589 siswa perempuan, yang terbagi dalam 30 rombongan belajar. Distribusi berjalan tertib dan lancar, dengan penyesuaian jadwal agar tidak mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang sedang berlangsung.
Dari pantauan langsung di lokasi, menu yang disajikan meliputi nasi putih, lauk protein berupa bakso goreng dan tahu goreng, sayur buncis, buah pisang, serta susu UHT. Seluruh makanan disajikan dalam kondisi siap santap (menu basah) dengan kemasan yang higienis dan aman untuk dikonsumsi.
Kebijakan penyajian menu basah ini selaras dengan instruksi terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, yang menegaskan bahwa skema MBG tidak lagi mengizinkan penggunaan menu kering maupun sistem rapel. Seluruh dapur mitra diwajibkan menyajikan makanan siap konsumsi guna menjaga kualitas gizi dan keamanan pangan bagi penerima manfaat.
Humas SMPN 2 Malabar Pangalengan, Aep Syaefudin, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, menu yang diberikan telah memenuhi standar gizi dan diterima dengan baik oleh para siswa.
“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar. Anak-anak terlihat antusias, dan menu yang diberikan cukup lengkap serta sesuai dengan kebutuhan gizi harian mereka,” ujarnya.
Tak hanya memberikan dampak pada peningkatan asupan gizi siswa, program MBG ini juga turut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Dapur MBG Sukamanah 2 diketahui telah melibatkan sekitar 47 tenaga kerja dari warga sekitar dalam seluruh proses, mulai dari pengadaan dan pengolahan bahan makanan hingga distribusi ke sekolah.
Pihak sekolah bersama pengelola dapur juga menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas dan variasi menu. Koordinasi yang intensif terus dilakukan agar makanan yang disajikan tetap sesuai dengan selera siswa sekaligus meminimalisir potensi pemborosan pangan.
Dengan penerapan pola distribusi yang konsisten setiap hari Senin hingga Sabtu, program MBG diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, serta peningkatan prestasi akademik siswa di wilayah Pangalengan.
Program ini sekaligus menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah, lembaga penyedia pangan, dan masyarakat dalam upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.*
Sumber : Aep Syaefudin, S.Pd. – Humas SMPN 2 Malabar Pangalengan
Ditulis oleh : Wanhendy
www.mitrapolisinews.com


