KAB. BANDUNG | MPNews – Terkait adanya pohon tumbang di objek wisata Rahong desa Pulosari kecamatan Pangalengan, Sabtu (28/3) yang menyebabkan kerusakan kendaraan dan kepanikan wisatawan.
Tim redaksi mengajukan permohonan konfirmasi terkait kronologi, jumlah korban/kerusakan, langkah penanganan, koordinasi dengan pihak terkait, dan imbauan resmi dari Kapolsek Pangalengan Polresta Bandung.
Kapolsek Pangalengan Kompol Edi Pramana, A.MD, SH., SM., MH membenarkan hal itu terjadi. Sementara pantau di TKP, kendaraan rusak parah ada 4 unit,” ujarnya melalui WhatsApp.
Insiden tidak bisa dianggap hanya dampak cuaca ekstrem. Belum ada korban jiwa, namun beberapa wisatawan mengalami ketakutan parah.
Seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan kerusakan pada mobilnya yang baru diperbaiki. “Mengapa tidak ada peringatan atau antisipasi padahal BMKG sudah memberikan peringatan? Tidak ada petugas yang membantu saat wisatawan panik,” katanya.
Dari pantauan dan konfirmasi resmi, 4 kendaraan mengalami kerusakan struktural hingga perlu perbaikan total, sedangkan belasan lainnya rusak ringan seperti goresan dan kaca retak.
Kawasan yang dikelola Perhutani bersama 18 pengelola wisata sekitaran Wisata Rahong, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, yang terkoordinir melalui Pangguyuban Wisata seharusnya memiliki mitigasi risiko tinggi. Namun pohon-pohon tua dibiarkan tanpa perawatan intensif atau identifikasi titik rawan.
Sampai saat ini belum ada klarifikasi ganti rugi dari pengelola. Padahal berdasarkan peraturan, mereka wajib menjamin keselamatan pengunjung.
Pihak kepolisian telah menangani lokasi dan sedang berkoordinasi dengan pangguyuban serta Perhutani. Imbauan resmi terkait antisipasi cuaca ekstrem akan segera dikeluarkan.
Kondisi ini memperkuat dugaan kelalaian sistemik – seolah aspek komersial lebih diutamakan ketimbang keselamatan. Publik menuntut pertanggungjawaban jelas dan evaluasi total sistem pengelolaan.
Tanpa perbaikan sungguh-sungguh, kejadian serupa hanya tinggal menunggu waktu dengan konsekuensi yang bisa lebih tragis.*
Penulis: Wanhendy
Tim Investigasi www.mitrapolisinews.com


