KAB. BANDUNG | MPNews – Video yang beredar luas di Facebook memicu perhatian publik luas. Rekaman itu menunjukkan dua orang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam kondisi babak belur, diduga akibat amukan warga di kawasan wisata Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Rabu (25/03/2026).
Saat informasi kejadian masuk ke Mapolsek Pangalengan, polisi langsung bergerak cepat. Bripka Jeri Wijaksono, yang sedang bertugas, tanpa pikir panjang langsung mengambil langkah untuk mendatangi lokasi bersama timnya – karena ia memahami bahwa setiap detik berharga untuk mencegah situasi menjadi lebih parah.
DI TENGAH KEGEMARAHAN, BRIPKA JERI DATANGI LOKASI DENGAN CEPAT UNTUK MENGAMANKAN SEMUA BELAH
Tak butuh waktu lama, Bripka Jeri Wijaksono sudah tiba di tempat kejadian bersama Bripka Dodi Purwanto dan beberapa petugas lainnya. Melihat kerumunan warga yang semakin banyak dan suasana yang mulai memanas, ia langsung mendekati massa dengan sikap yang lembut namun tegas.
“Saudara-saudara sekalian, saya mengerti betul rasa marah kita semua. Saya juga tinggal di sekitar sini, tahu betul betapa menyebalkannya tindakan curanmor yang sering mengganggu kita,” ucap Bripka Jeri sambil menghampiri kerumunan dengan senyum yang menghangatkan. “Tapi mari kita tidak biarkan emosi menguasai diri. Jika kita mengambil tindakan sendiri, bukan hanya pelaku yang akan terkena dampak, tapi juga kita semua bisa terjerumus ke masalah hukum yang tidak perlu.”
Himbauan yang datang langsung dari petugas yang dikenal masyarakat membuat suasana mulai mereda. Bripka Jeri juga dengan cepat mengatur timnya untuk mengamankan kedua terduga pelaku, sambil tetap menjaga komunikasi dengan warga yang hadir.
PELAKU DIEVAKUASI AMAN, DAPATKAN PERAWATAN AWAL
Meskipun kondisi para terduga pelaku terlihat cukup parah, Bripka Jeri memastikan bahwa mereka mendapatkan perhatian yang layak. “Mereka memang diduga melakukan kesalahan, tapi mereka juga berhak mendapatkan pertolongan hidup,” ujarnya saat memerintahkan agar pelaku segera dibawa ke tempat yang aman dan diberikan pertolongan awal.
Bripka Dodi Purwanto yang mendampinginya langsung membantu mengatur jalur evakuasi, sambil tetap menjelaskan kepada warga bahwa proses hukum akan berjalan dengan adil. Petugas juga tidak lupa memastikan bahwa tidak ada kerusakan tambahan pada fasilitas wisata yang menjadi lokasi kejadian – karena mereka tahu bahwa kawasan ini adalah sumber penghidupan bagi banyak warga sekitar.
INSTRUKSI TEGAS DARI KANIT RESKRIM: TANGANI DENGAN KEMANUSIAAN
Kanit Reskrim Polsek Pangalengan, AKP Rachmat Koswara, yang telah mengikuti perkembangan kejadian dari awal, memberikan instruksi khusus kepada timnya. “Saya melihat bagaimana Bripka Jeri bergerak cepat dan menangani situasi dengan sangat humanis. Itulah yang kita butuhkan – penegakan hukum yang tidak melupakan rasa kemanusiaan,” ujarnya.
AKP Rachmat menambahkan bahwa kecepatan tanggap yang dilakukan oleh Bripka Jeri menjadi contoh bagus bagi seluruh petugas. “Ia tidak menunda-nunda langkah, langsung ke lokasi dan mengambil tindakan yang tepat. Itu yang membuat kita bisa mencegah hal buruk terjadi lebih lanjut,” katanya.
TAHAPAN PENANGANAN KASUS YANG TRANSPARAN DAN HUMANIS
Polisi mengungkap tahapan penanganan kasus ini sebagai bentuk transparansi kepada publik, dengan sentuhan kemanusiaan di setiap tahap:
1. Penerimaan Laporan – Korban melapor bersama aparat desa, Bripka Jeri langsung merespons dan memastikan korban merasa diterima dengan baik serta diberikan STPL sebagai dasar proses hukum.
2. Tindakan di Tempat Kejadian – Dalam waktu singkat, Bripka Jeri tiba di lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan bukti, mendata saksi, dan menghimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri.
3. Penyelidikan – Tim yang dipimpin oleh Bripka Jeri mengumpulkan informasi dan bukti dengan cara yang sopan kepada saksi dan masyarakat sekitar, karena mereka tahu bahwa kerja sama warga sangat penting.
4. Penyidikan – Dilanjutkan dengan penerbitan SPDP ke jaksa, pemeriksaan yang dilakukan dengan menghormati hak-hak pelaku dan saksi, serta dukungan penuh dari Bripka Dodi Purwanto dalam pengamanan barang bukti hingga gelar perkara.
REFLEKSI BERSAMA: ANTARA AMANAH DAN KEMANUSIAAN
Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Bripka Jeri Wijaksono mengaku bahwa dirinya juga merasa terpengaruh dengan kondisi pelaku, tapi tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Kita sebagai petugas punya amanah untuk menjaga hukum, tapi kita juga manusia yang punya hati. Saya hanya melakukan yang terbaik untuk semua pihak,” ujarnya dengan tulus.
Polisi mengingatkan agar masyarakat terus bekerja sama dengan aparat berwenang. Edukasi dan komunikasi terbuka dinilai sebagai kunci mencegah kejadian serupa. Kapolsek Pangalengan, Kompol Edi Pramana, menambahkan pesan penting:
“Keadilan tidak boleh lahir dari kekerasan. Seperti yang telah tunjukkan oleh Bripka Jeri, kita bisa menjaga keamanan sambil tetap menjaga rasa kemanusiaan. Itulah cara kita bersama menjaga kedamaian di lingkungan kita.”
MASIH DALAM PEMERIKSAAN DENGAN PERHATIAN KHUSUS
Hingga berita ini diterbitkan, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Pangalengan, dengan perawatan kesehatan yang terus diperhatikan. Proses wawancara yang dilakukan oleh Bripka Jeri Wijaksono berjalan dengan baik – ia selalu memastikan bahwa pelaku merasa nyaman untuk berbicara dan menjelaskan kronologi kejadian. Dukungan operasional dari Bripka Dodi Purwanto juga terus membantu mempercepat proses penyelidikan, termasuk untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang terlibat dalam aksi curanmor tersebut.
Kasus ini bukan hanya tentang pelaku dan korban, tetapi juga tentang bagaimana aparat kepolisian bisa hadir sebagai mitra masyarakat – dengan kecepatan tanggap dan hati yang penuh perhatian.
Sumber : Kapolsek Pangalengan Kompol Edi Pramana, A.Md, S.H, S.M, M.H.Bersama Bripka jeri wijaksono
(Redaksi | Wanhendy)
www.mitrapolisinews.com


