KAB. BANDUNG | MPNews — Hatinya teriris mendengar berita pilu dari kawasan pasar tersebut. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa sakit yang dirasakan keluarga korban, ketika nyawa orang tersayang yang pergi beraktivitas seperti biasa, tak lagi pulang ke rumah…
Tragedi runtuhnya bangunan pasar soreang, Senin siang (16/3) ini telah merenggut nyawa dan membuat orang terluka parah. Warga dan pedagang yang tengah mencari nafkah atau berbelanja kebutuhan sehari-hari, tiba-tiba dihebohkan suara dentuman keras yang menusuk telinga — struktur bangunan yang seharusnya menjadi tempat mereka bekerja dan bertransaksi, ambruk dengan kejam tanpa sedikit pun peringatan.
Suasana lokasi langsung berubah menjadi lautan tangis dan jeritan. Orang-orang saling membantu menyelamatkan korban yang terjepit puing-puing, tangan mereka berlumuran debu dan kadang darah, namun tak sedikit pun mereka ragu untuk menyelamatkan nyawa sesama…
PENGELOLA BERJANJI SOLUSI, TAPI APAKAH CUKUP?
Di tengah hiruk pikuk dan duka yang melanda, perwakilan pengelola pasar muncul dengan suara yang terkesan pasrah: “Untuk para pedagang yang kiosnya terdampak, kami juga akan menemui mereka dan mengupayakan solusi terbaik.”
Tapi bagaimana dengan ibu Siti (42), yang kehilangan suaminya — satu-satunya tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai pedagang daging di pasar tersebut? Bagaimana dengan anak-anak kecilnya yang kini tak punya ayah lagi? Atau Pak Slamet (58), yang sudah tiga puluh tahun berjualan sayuran di sana dan kini kehilangan kiosnya serta teman-teman yang seperti keluarga sendiri?
Bagi mereka, janji “solusi untuk kios” bukanlah jawaban yang mereka cari. Yang mereka butuhkan adalah KEADILAN — jawaban mengapa orang tersayang harus pergi begitu saja, mengapa tempat yang seharusnya aman justru menjadi kuburan hidup…
WAKIL BUPATI TURUN KE LOKASI, TAPI APAKAH ADA AKSI NYATA?
Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, datang ke lokasi kejadian dengan wajah penuh kesedihan. Dia menyampaikan ucapan belasungkawa yang sudah terlalu sering kita dengar: “Kami turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Tentunya ini menjadi peringatan bagi kita semua.”
Ia menjelaskan bahwa pemerintah bersama dinas terkait sudah berada di lokasi untuk penanganan awal, dan penyebab pasti keruntuhan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. “Kami juga akan melakukan pengecekan terhadap kios-kios apakah sudah mengantongi sertifikat laik fungsi,” tegasnya.
Tapi pertanyaannya — kenapa pengecekan dilakukan BARU SEKARANG, setelah ada orang yang harus kehilangan nyawa? Mengapa keluhan pedagang tentang retakan di lantai dan dinding yang sudah ada selama berbulan-bulan tidak pernah diperhatikan? Mengapa keselamatan mereka hanya dianggap penting setelah tragedi terjadi?
INFORMASI GETARAN MESIN — DIDUGA ADA PENYIMPANGAN STRUKTUR!
Di lokasi, ada informasi yang mengatakan keruntuhan disebabkan oleh getaran dari mesin penggilingan di kios sekitar. Tapi bagaimana mungkin sebuah bangunan publik yang difungsikan untuk ribuan orang setiap hari bisa saja roboh hanya karena mesin kecil?
Beberapa pedagang yang selamat menceritakan dengan suara bergetar, bagaimana mereka sudah berkali-kali melaporkan adanya retakan yang semakin membesar di bagian lantai dan dinding kios mereka. “Kita sudah bilang ke pengelola, tapi mereka bilang cuma kecil saja, tidak apa-apa,” cerita Bu Yanti (39), pedagang kue yang luka di bagian kaki.
ALASAN GETARAN MESIN HANYALAH TUTUPAN! Ini bukan tentang mesin — ini tentang sebuah struktur yang dibangun dengan asal-asalan, tentang orang-orang yang lebih memperhatikan keuntungan daripada keselamatan nyawa manusia!
DIDUGA SPEKULASI BIAYA DAN PERIZINAN YANG TIDAK BENAR!
Kita semua punya hak untuk tahu — siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini?
– SIAPA KONTRAKTOR yang membangun atau merenovasi pasar ini? Apakah mereka benar-benar kompeten, atau hanya mendapatkan proyek karena hubungan tertentu?
– SPESIFIKASI KONSTRUKSI apa yang digunakan? Apakah bahan bangunan yang dipakai sesuai standar, ataukah mereka memilih yang termurah demi mengisap keuntungan besar?
– SIAPA YANG MENANDATANGANI izin operasionalnya? Apakah pemeriksaan teknis dilakukan dengan sungguh-sungguh, atau hanya menjadi tanda tangan di atas kertas?
– APAKAH ADA YANG MENGAMBIL KEUNTUNGAN dari anggaran pembangunan yang seharusnya digunakan untuk menjaga keselamatan kita semua?
Jika ditemukan ada kelalaian, kecurangan, atau pembangunan asal-asalan — pihak yang bertanggung jawab HARUS DIMUKA KEPADA HUKUM! Jangan sampai mereka berlindung di balik alasan dan kesalahan yang sudah membuat banyak keluarga menangis…
TRAGEDI YANG TIDAK PERNAH HARUS TERJADI!
Ini bukan musibah yang tak terhindarkan — ini adalah kegagalan kita bersama sebagai sebuah bangsa. Keselamatan publik bukan barang yang bisa diperjualbelikan dengan kelalaian, atau dikorbankan demi keuntungan semata!
Kita sudah terlalu sering melihat wajah-wajah berkaca-kaca air mata karena kehilangan orang tersayang. Kita sudah terlalu sering mendengar ucapan belasungkawa yang tanpa akhir!
Kita butuhkan lebih dari itu — kita butuhkan TINDAKAN NYATA, INVESTIGASI YANG BENAR-BENAR TRANSPARAN, dan KEADILAN YANG SESUAI BAGI SETIAP KORBAN! Siapa yang harus membayar untuk kehilangan nyawa mereka? Siapa yang akan bertanggung jawab atas tangisan anak-anak yang kehilangan orang tua mereka?
JANGAN BIARKAN TRAGEDI INI TERULANG! HUKUM HARUS BERJALAN, TANGGUNG JAWAB HARUS DIAMBIL!
Karena setiap nyawa manusia bernilai lebih dari segala sesuatu di dunia ini…Indra Tim Investigasi.*
Ditulis oleh: Wanhendy
mitrapolisinews.com


