KAB. BANDUNG | MPNews – Barupetak, Desa Tribaktimulya, Pangalengan dilanda hujan deras pada hari Minggu, 1 Februari 2026, pukul 14:30 WIB. Akibatnya, telah menimbulkan luka mendalam bagi komunitas Pangalengan. Dalam sebuah tanah longsor yang menghantam rumah kontrakan yang terletak di bawah tebing curam, dua nyawa balita hilang, dan ibu mereka saat ini berjuang dengan luka-lukanya di rumah sakit.
Gambar yang dikirim oleh Kapolsek Pangalengan ke media menggambarkan suasana yang menyayat hati di tempat kejadian. Warga yang berkumpul di sepanjang jalan menyaksikan proses penanganan, sementara petugas berpakaian oranye—dari tim penyelamat dan BPBD—siap membantu. Sepeda motor dengan roda merah yang mencolok di jalan berlumpur, dengan jaket penyelamat yang digantung di atasnya, dengan jelas menggambarkan respons cepat petugas. Tidak jauh dari sana, ember dan persediaan bantuan lainnya siap digunakan untuk membersihkan lokasi.
DUA BALITA MENINGGAL, IBU MENGALAMI LUKA-LUKA
Seorang bayi berusia tiga bulan meninggal dunia di tempat kejadian, setelah secara tragis terkubur di bawah material tanah longsor yang menghantam dinding belakang rumah mereka. Anak berusia lima tahun lainnya dilarikan ke RSUD Bedas Cimaung, tetapi upaya tim medis untuk menyelamatkan hidupnya sia-sia.

Media mengkonfirmasi langsung dengan Kapolsek Pangalengan, Kompol Edi Pramana, A.Md, S.H, S.M, MH, saat berada di tempat kejadian. Berdiri dengan sepatu bot kuningnya yang tenggelam di lumpur, ia menyatakan dengan nada berat:
“Kejadian ini sangat memilukan. Keluarga itu berkumpul di dapur untuk makan bersama ketika, tanpa diduga, tanah dari tebing di belakang runtuh, langsung menimpa mereka. Meskipun kami dengan cepat menggali mereka dari reruntuhan, kami tidak dapat mengubah hasilnya.”
TEBING CURAM DAN KENYATAAN YANG TERLUPAKAN
Kepala BPBD Kota Bandung, Diki Ruswandi, yang juga berada di tempat kejadian, menjelaskan bahwa tanah longsor itu dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan tanah menjadi jenuh. Ia juga mengakui bahwa masalah tersebut melampaui faktor-faktor alam.
“Rumah ini terletak tepat di bawah tebing curam. Penting untuk menyadari bahwa ini lebih dari sekadar masalah cuaca—ada cerita mengapa keluarga ini tinggal di tempat yang jelas berbahaya.”
Kenyataan yang suram adalah banyak warga di daerah rawan bencana terpaksa memilih tempat tinggal yang tidak aman karena kendala ekonomi dan kurangnya akses ke perumahan yang layak. Meskipun peta zona rawan bencana ada, informasi ini tidak selalu menjangkau orang-orang yang paling membutuhkan.
KRITIK MEMICU PERUBAHAN
Tragedi di Barupetak bukanlah insiden yang terisolasi di Kabupaten Bandung. Pangalengan telah mengalami banyak tanah longsor selama musim hujan, yang menyebabkan pertanyaan mendesak: bagaimana mekanisme pengawasan terhadap pembangunan di zona risiko? Apakah izin yang diberikan benar-benar mengutamakan keselamatan?
“Kita tidak bisa terus-menerus memberi tahu orang yang tinggal di bawah tebing curam untuk ‘berhati-hati’,” kata seorang aktivis lingkungan setempat. “Kita harus memberi mereka tempat tinggal yang aman, memperkuat lereng yang berbahaya, dan memastikan bahwa informasi tentang risiko bencana sampai ke setiap rumah tangga.”
HARAPAN DI TENGAH KEHANCURAN
BPBD Kota Bandung menyatakan bahwa mereka melakukan investigasi menyeluruh dan sedang mengatasi situasi di tempat kejadian. Komunitas menuntut bukan hanya investigasi tetapi tindakan yang nyata, termasuk pemetaan zona risiko yang akurat, program relokasi yang terencana, dan penguatan berkala dari struktur lereng.
Tragedi dua balita di Barupetak harus menjadi titik balik, yang mendorong semua pihak untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang lebih aman. Tanpa perubahan yang berarti, kita tidak lebih dari penonton yang menyaksikan babak baru dari kesedihan yang sama.
BACA JUGA:
– Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan bantuan untuk korban tanah longsor Barupetak
– Peta zona rawan bencana di Kabupaten Bandung untuk periode 2026
Sumber:
Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, dan Kapolsek Pangalengan, Kompol Edi Pramana, A.Md, S.H, S.M, MH.*(Wanhendy)
(Dokumentasi gambar disediakan langsung oleh Kapolsek Pangalengan ke media)
Liputan Khusus oleh Tim Media Mitra Polisi News
© 2026 Media Mitra Polisi News – Semua Hak Dilindungi

