KAB. BANDUNG BARAT | MPNews – Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis yang melibatkan kendaraan dinas TNI dan sepeda motor dinas Polri menggegerkan warga Kampung Cimeta, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu sore (24/01/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa memilukan ini langsung viral di media sosial dan grup percakapan warga lokal.
Berdasarkan informasi dari Satlantas Polres Cimahi, kecelakaan terjadi di ruas Jalan Tugu 2, kawasan dengan kontur jalan menurun dan berkelok. Kendaraan dinas TNI dari Batalyon Arhanud 3 bernomor 6719-III yang dikemudikan Kopda Muhamad Ritwan melaju dari arah Cisarua menuju Pasirlangu. Diduga akibat kehilangan kendali, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang sepeda motor Honda Beat (D-3676-UAT) serta sepeda motor dinas Polri bernomor 290016-51-VIII yang berada di depannya.
Benturan keras membuat sepeda motor dinas Polri terdorong ke depan hingga menghantam kendaraan dinas TNI lainnya bernomor 7330-III yang melaju searah. Suasana di lokasi langsung menjadi mencekam, jeritan warga pecah menjerit, dan arus lalu lintas sempat lumpuh total selama beberapa waktu.
Tragedi ini merenggut nyawa dua personel Polsek Cisarua, yakni Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery, S.H. Keduanya gugur di tempat kejadian saat sedang menjalankan tugas kemanusiaan menuju Desa Pasirlangu untuk penanganan bencana longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning.
Kabar duka menyebar cepat di kalangan masyarakat. Dalam pesan berantai yang viral, disebutkan bahwa para korban adalah anggota Bhabinkamtibmas dari wilayah Pasirhalang dan Padaasih. Ucapan belasungkawa serta doa mengalir deras dari berbagai kalangan.
“Semoga almarhum husnul khotimah, gugur dalam tugas demi keselamatan masyarakat,” tulis salah satu warga dalam pesan yang beredar luas.
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Polri dan TNI, tetapi juga menggugah rasa kemanusiaan publik akan beratnya tugas aparat di lapangan – yang kerap mempertaruhkan nyawa demi melayani dan melindungi masyarakat. Tragedi di Cimeta menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang dikenakan, terdapat pengabdian tulus dan pengorbanan yang tak ternilai harganya.*(wanhendy)

