BANDUNG | MPNews – Aksi demonstrasi yang melanda Kota Bandung pada 29 dan 30 Agustus 2025 mencapai puncaknya dengan kericuhan, mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Di tengah kobaran semangat dan eskalasi konflik, Kang Dedi Mulyadi (KDM) hadir di tengah-tengah demonstran, membawa pesan persatuan dan mengingatkan kembali semangat Bandung Lautan Api sebagai sumber inspirasi perjuangan.
Massa yang terdiri dari mahasiswa, buruh, seniman, dan aktivis turun ke jalan menyuarakan tuntutan keadilan. Semangat “Sabilulungan” khas masyarakat Sunda menyala dalam aksi ini. Namun, harapan akan respons positif pupus saat aksi damai berujung represif dari aparat keamanan, memicu kericuhan dan memperdalam luka demokrasi.
Dalam upaya menenangkan massa dan meredakan ketegangan, Kang Dedi Mulyadi (KDM) tanpa ragu berada di garis depan, berdialog langsung dengan para demonstran. Namun, situasi semakin tak terkendali ketika aparat keamanan menembakkan gas air mata. KDM pun terkena dampak gas air mata, namun hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berupaya meredakan situasi dan melindungi para demonstran.
Kota Bandung, yang dikenal sebagai “Paris van Java,” berubah menjadi lautan emosi dan ketegangan selama dua hari berturut-turut. Aksi demonstrasi yang awalnya tertib berujung kericuhan, menyebabkan kerusakan di beberapa titik kota dan mengganggu aktivitas warga. Aparat keamanan berupaya keras mengendalikan situasi dan memulihkan ketertiban, namun kekecewaan masyarakat tampak sulit dipadamkan.
– Aksi Bakar Simbolik: Demonstran membakar ban bekas dan atribut-atribut yang dianggap sebagai simbol ketidakadilan.
– Aksi Vandalisme: Aksi vandalisme terjadi di beberapa titik, dengan coretan-coretan bernada protes menghiasi dinding-dinding kota.
– Blokade Jalan: Aksi blokade jalan menyebabkan kemacetan parah di beberapa ruas jalan utama Kota Bandung.
– Bentrok dengan Aparat: Bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan tak terhindarkan, menyebabkan sejumlah orang terluka.
Tragedi Bandung Lautan Api pada 23 Maret 1946 adalah bukti nyata keberanian dan pengorbanan rakyat Bandung dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat “bumi hangus” menjadi simbol perlawanan dan terus menginspirasi bangsa Indonesia untuk berjuang demi kemerdekaan dan keadilan.
Semangat perjuangan para pahlawan seolah tercoreng oleh perilaku oknum wakil rakyat yang mengkhianati amanah. Hukum yang seharusnya menjadi pilar keadilan, kini terasa tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Keadilan seakan menjadi barang langka bagi “rakyat leutik” yang terpinggirkan.
KDM: Pemimpin yang Hadir di Tengah Rakyat
Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menunjukkan keteladanannya sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Kehadirannya di tengah-tengah demonstran, bahkan saat terkena gas air mata, adalah bukti nyata komitmennya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari solusi terbaik.
Mari kita bersatu dan bergandengan tangan untuk mewujudkan perubahan nyata. Jadikan semangat Bandung Lautan Api sebagai inspirasi untuk membangun Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.*tim Www.mediamitrapolisinews.com
Gambar vidio hasil tangkapan layar flafom medsos viral
*Wanhendy*