KAB. BANDUNG | MPNews – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa melaksanakan diskusi bersama Paguyuban Magot Kabupaten Bandung (PMKB) di Sekretariat PMKB Kampung Pasir Panjang Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Selasa (26/8/2025).
Pada kesempatan itu turut membahas bahwa sampah organik sebagai media budidaya magot.
“Sampah organik dapat menjadi media yang ideal untuk budidaya magot. Magot dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada sampah organik yang kaya akan nutrisi, seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan,” kata Tarya Witarsa.
Menurutnya, dengan menggunakan sampah organik sebagai media budidaya magot, beberapa manfaat yang dapat diperoleh.
Pertama, mengurangi volume sampah. Budidaya magot dapat membantu mengurangi volume sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kedua, menghasilkan pakan ternak yang berkualitas: magot yang dibudidayakan pada sampah organik dapat menjadi sumber protein yang berkualitas untuk pakan ternak.
Ketiga, menghasilkan kompos yang kaya nutrisi. Sisa dari budidaya magot dapat digunakan sebagai kompos yang kaya nutrisi untuk tanaman.
Keempat, mengurangi biaya produksi. Menggunakan sampah organik sebagai media budidaya magot dapat mengurangi biaya produksi pakan ternak dan kompos.
“Namun, perlu diingat bahwa budidaya magot pada sampah organik juga memerlukan pengelolaan yang baik untuk menghindari masalah kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa budidaya magot dilakukan dengan cara yang higienis dan berkelanjutan,” tuturnya.
Tarya Witarsa terus mendorong dan memberikan apresiasi kehadiran PMKB ini agar lebih masif dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat akan bahaya sampah dan kemanfaatan magot dalam menunjang keberlangsungan peternakan, perikanan dan pertanian.
“Kedepan bagaimana PMKB dapat berkolaborasi dengan DLH, Dispakan, Distan dan stakeholder lainnya di Kabupaten Bandung,” katanya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Magot Kabupaten Bandung Kang Nana mengatakan bahwa paguyuban ini didirikan atas semangat yang lahir dari kecintaan terhadap Kabupaten Bandung dalam penanganan sampah.
“Baik organik ataupun anorganik. Walaupun kami sadar bahwa kehadiran paguyuban ini kanya bagian kecil dari program pemerintah. Dan kami berdiri atas inisiatif kami sendiri,” katanya.
Kang Nana turut mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa.
“Kehadiran Pak Haji Tarya ini sekaligus sebagai motivasi dan sebagai katalisator bagi kami agar bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung,” katanya.** (DA)